Jumat, 01 Mei 2015

Hubungan Psikologi dengan Ilmu Sosial

Hubungan Psikologi dengan Ilmu Sosial

Pendahuluan
Pada zaman sekarang ini, hampir setiap individu sudah mengenal dan mengetahui tentang psikologi. Psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang aktivitas dan pola tingkah laku, dalam hal ini manusia, secara lebih mendalam.
Psikologi merupakan ilmu yang telah mandiri, di mana ilmu psikologi tidak tergabung dengan ilmu-ilmu lainnya. Namun demikian tidak boleh dipandang bahwa psikologi itu sama sekali terlepas dari ilmu-ilmu yang lain. Dalam hal ini psikologi masih mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu tersebut.
Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari dan mendalami mengenai jiwa seseorang tentu mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu lain yang sama-sama mempelajari tentang keadaan manusia. Hal ini akan menunjukkan bahwa manusia sebagai makhluk hidup tidak hanya dipelajari oleh ilmu psikologi saja, melainkan oleh ilmu-ilmu lainnya yang saling berkaitan.
Adapun ilmu psikologi yang berobjekkan manusia dapat dibedakan menjadi dua sifat yaitu psikologi yang bersifat umum dan psikologi yang bersifat khusus. Karena itu kami akan membahas tentang “Hubungan Psikologi dengan Ilmu lain”, dengan memfokuskan pada hubungan psikologi dengan ilmu sosiologi.
Psikologi mempunyai hubungan yang erat dengan sosiologi karena sosiologi memberikan prespektif dasar tentang kondisi manusia. Namun psikologi sosial berbeda dengan psikologi karena psikologi social mempelajari tentang perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah sosial, sedangkan psikologi mempelajari tentang perilakunya saja.

Masalah Penelitian
Seperti yang telah dijelaskan dalam pendahuluan bahwa hubungan psikologi dengan ilmu sosial adalah mempelajari tentang perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah sosial yang terjadi dalam ruang lingkup masyarakat. Berdasarkan penjelasan tersebut maka kami akan memfokuskan untuk membahas masalah sosial yang berhubungan dengan pembahasan mengenai ilmu psikologi dan ilmu sosial. Salah satu masalah sosial yang sedang marak diperbincangkan adalah tentang perilaku membuang sampah sembarangan. Adapun rumusan masalah dari judul yang akan kita bahas yaitu:
1.      Apa yang mendorong perilaku manusia membuang sampah sembarangan?
2.      Bagaimana dampak psikologis membuang sampah sembarangan?
3.      Bagaimana cara mengatasi perilaku membuang sampah sembarangan?
Pembahasan
                   Pembahasan pertama, membahas tentang hal-hal yang menjadi pendorong dan penyebab utama perilaku membuang sampah sembarangan ini bisa terbentuk dan bertahan kuat didalam perilaku kita, antara lain :

1.        Di dalam pikiran alam bawah sadar, masyarakat menganggap bahwa membuang sampah sembarangan ini bukan merupakan suatu hal yang salah dan wajar untuk dilakukan.
2.        Norma dari lingkungan sekitar seperti keluarga, sekolah, masyarakat, atau bahkan tempat pekerjaan. Pengaruh lingkungan merupakan suatu faktor besar didalam munculnya suatu perilaku. Contohnya, pengaruh lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, akan menjadi faktor besar dalam munculnya perilaku membuang sampah sembarangan.
3.        Seseorang akan melakukan suatu tindakan yang dirasa mudah untuk dilakukan. Jadi, orang tidak akan membuang sampah sembarangan jika tersedianya banyak tempat sampah.
4.        Tempat yang kotor dan memang sudah banyak sampahnya. Tempat yang asal mulanya terdapat banyak sampah, bisa membuat orang yakin bahwa membuang sampah sembarangan diperbolehkan ditempat itu. Jadi, warga sekitar tanpa ragu untuk membuang sampahnya di tempat itu.
5.        Kurang banyak tempat sampah. Kurangnya tempat sampah membuat orang sulit untuk membuang sampahnya. Jadi, orang dengan mudah akan membuang sampahnya sembarangan.

                   Pembahasan kedua membahas tentang dampak psikologis membuang sampah sembarangan. Adapun dampak psikologis yang dapat ditimbulkan ketika sampah yang dibuang sembarangan dan menimbulkan kondisi yang tidak nyaman bagi masyarakat sekitar dan menimbulkan bau yang tidak sedap, ada banyak zat-zat berbahaya dalam polusi-polusi tersebut yang jika berlebihan dikonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan gangguan. Selama ini mungkin kita hanya mengetahui dampak polusi bagi kesehatan secara fisik saja, seperti gangguan pernafasan, sakit kepala, tekanan darah meningkat dan masih banyak gangguan fisik lainnya. Namun selain itu ada dampak psikologis akibat dari pencemaran lingkungan yang tidak kalah berbahayanya jika dibandingkan dengan dampak secara fisik. Dampak psikologis tersebut antara lain :

a.    Gangguan Emosional

Gangguan emosional tersebut antara lain kejengkelan dan kebingungan. Suasana sesak menyebabkan orang-orang mudah merasa jengkel terhadap suasana di sekitarnya yang dapat mengakibatkan terganggunya hubungan interpersonal dengan orang lain.

b.    Gangguan Gaya Hidup

Gaya hidup orang-orang yang tinggal di sekitar tempat terjadinya pencemaran dapat terganggu. Contohnya yaitu gangguan tidur atau istirahat, selain itu orang-orang yang tinggal di tempat yang sekitarnya terdapat pencemaran juga menjadi mudah kehilangan konsentrasi sehingga orang tersebut menjadi sulit untuk berkonsentrasi.

Pembahasan ketiga tentang cara mengatasi perilaku membuang sampah sembarangan, yaitu dengan antisipasi. Sikap antisipasi adalah usaha sadar yang berupa sikap, perilaku atau tindakan yang dilakukan seseorang melalui langkah-langkah tertentu untuk menghadapi peristiwa yang kemungkinan terjadi. Beberapa upaya untuk mengantisipasi penyimpangan sosial dalam hal ini membuang sampah sembarangan adalah:

1.      Penanaman nilai dan norma yang kuat.
2.      Berkepribadian Kuat dan Teguh.
3.      Sanksi yang tegas.
4.      Giatkan penyuluhan-penyuluhan.

Sikap Yang Cocok Dalam Menghadapi Penyimpangan Sosial
1.      Tidak mudah terpengaruh.
2.      Berpikir positif (Positive Thinking.)



Kesimpulan

                   Sosiologi dan Psikologi Merupakan dua ilmu sosial yang sama-sama mengkaji kejadian dan hubungan yang dialami manusia. Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jiwa, misalnya mempelajari tentang gejala jiwa yang meliputi mengamati, menanggapi, mengingat, berpikir dan sebagainya. Sedangkan Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan manusia serta mempelajari manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Psikologi dan sosiologi sama-sama membicarakan tentang manusia, karena keduanya mempunyai objek tujuan yang sama yaitu manusia. Tinjauan dari sosiologi yang penting adalah Kehidupan bermasyarakatnya, sedangkan tinjauan dari psikologi adalah tingkah laku yang menggambarkan jiwa manusia.


Daftar Pustaka

Sarlito W. Sarwono. Pengantar Psikologi Umum. Rajawali Pers

https://mohkusnarto.wordpress.com/usaha-mengantisipasi-dan-mengatasi-penyimpangan-sosial/




2 komentar: