Hubungan
Psikologi dengan Ilmu Sosial
Pendahuluan
Pada zaman sekarang ini, hampir setiap
individu sudah mengenal dan mengetahui tentang psikologi. Psikologi adalah
suatu ilmu yang mempelajari tentang aktivitas dan pola tingkah laku, dalam hal
ini manusia, secara lebih mendalam.
Psikologi merupakan ilmu yang telah mandiri,
di mana ilmu psikologi tidak tergabung dengan ilmu-ilmu lainnya. Namun demikian
tidak boleh dipandang bahwa psikologi itu sama sekali terlepas dari ilmu-ilmu
yang lain. Dalam hal ini psikologi masih mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu
tersebut.
Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari dan
mendalami mengenai jiwa seseorang tentu mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu
lain yang sama-sama mempelajari tentang keadaan manusia. Hal ini akan
menunjukkan bahwa manusia sebagai makhluk hidup tidak hanya dipelajari oleh
ilmu psikologi saja, melainkan oleh ilmu-ilmu lainnya yang saling berkaitan.
Adapun ilmu psikologi yang berobjekkan
manusia dapat dibedakan menjadi dua sifat yaitu psikologi yang bersifat umum
dan psikologi yang bersifat khusus. Karena itu kami akan membahas tentang “Hubungan Psikologi dengan Ilmu lain”,
dengan memfokuskan pada hubungan psikologi dengan ilmu sosiologi.
Psikologi mempunyai hubungan yang erat dengan sosiologi karena sosiologi
memberikan prespektif dasar tentang kondisi manusia. Namun psikologi sosial
berbeda dengan psikologi karena psikologi social mempelajari tentang perilaku
manusia dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah sosial,
sedangkan psikologi mempelajari tentang perilakunya saja.
Masalah
Penelitian
Seperti yang telah dijelaskan dalam
pendahuluan bahwa hubungan psikologi dengan ilmu sosial adalah mempelajari
tentang perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan dan
masalah-masalah sosial yang terjadi dalam ruang lingkup masyarakat. Berdasarkan
penjelasan tersebut maka kami akan memfokuskan untuk membahas masalah sosial
yang berhubungan dengan pembahasan mengenai ilmu psikologi dan ilmu sosial.
Salah satu masalah sosial yang sedang marak diperbincangkan adalah tentang perilaku
membuang sampah sembarangan. Adapun rumusan masalah dari judul yang akan kita
bahas yaitu:
1.
Apa
yang mendorong perilaku manusia membuang sampah sembarangan?
2.
Bagaimana
dampak psikologis membuang sampah sembarangan?
3.
Bagaimana
cara mengatasi perilaku membuang sampah sembarangan?
Pembahasan
Pembahasan
pertama, membahas tentang hal-hal yang menjadi pendorong dan penyebab utama
perilaku membuang sampah sembarangan ini bisa terbentuk dan bertahan kuat
didalam perilaku kita, antara lain :
1.
Di dalam pikiran alam
bawah sadar, masyarakat menganggap bahwa membuang sampah sembarangan ini bukan
merupakan suatu hal yang salah dan wajar untuk dilakukan.
2.
Norma dari lingkungan
sekitar seperti keluarga, sekolah, masyarakat, atau bahkan tempat pekerjaan.
Pengaruh lingkungan merupakan suatu faktor besar didalam munculnya suatu
perilaku. Contohnya, pengaruh lingkungan seperti membuang sampah sembarangan,
akan menjadi faktor besar dalam munculnya perilaku membuang sampah sembarangan.
3.
Seseorang akan
melakukan suatu tindakan yang dirasa mudah untuk dilakukan. Jadi, orang tidak
akan membuang sampah sembarangan jika tersedianya banyak tempat sampah.
4.
Tempat yang kotor dan
memang sudah banyak sampahnya. Tempat yang asal mulanya terdapat banyak sampah,
bisa membuat orang yakin bahwa membuang sampah sembarangan diperbolehkan
ditempat itu. Jadi, warga sekitar tanpa ragu untuk membuang sampahnya di tempat
itu.
5.
Kurang banyak tempat
sampah. Kurangnya tempat sampah membuat orang sulit untuk membuang sampahnya.
Jadi, orang dengan mudah akan membuang sampahnya sembarangan.
Pembahasan
kedua membahas tentang dampak
psikologis membuang sampah sembarangan. Adapun dampak psikologis yang dapat
ditimbulkan ketika sampah yang dibuang sembarangan dan menimbulkan kondisi yang
tidak nyaman bagi masyarakat sekitar dan menimbulkan bau yang tidak sedap, ada banyak zat-zat berbahaya dalam polusi-polusi tersebut
yang jika berlebihan dikonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan gangguan. Selama
ini mungkin kita hanya mengetahui dampak polusi bagi kesehatan secara fisik
saja, seperti gangguan pernafasan, sakit kepala, tekanan darah meningkat dan
masih banyak gangguan fisik lainnya. Namun selain itu ada dampak psikologis
akibat dari pencemaran lingkungan yang tidak kalah berbahayanya jika
dibandingkan dengan dampak secara fisik. Dampak psikologis tersebut antara lain
:
a.
Gangguan Emosional
Gangguan emosional
tersebut antara lain kejengkelan dan kebingungan. Suasana sesak menyebabkan
orang-orang mudah merasa jengkel terhadap suasana di sekitarnya yang dapat
mengakibatkan terganggunya hubungan interpersonal dengan orang lain.
b.
Gangguan Gaya Hidup
Gaya hidup
orang-orang yang tinggal di sekitar tempat terjadinya pencemaran dapat
terganggu. Contohnya yaitu gangguan tidur atau istirahat, selain itu
orang-orang yang tinggal di tempat yang sekitarnya terdapat pencemaran juga menjadi
mudah kehilangan konsentrasi sehingga orang tersebut menjadi sulit untuk
berkonsentrasi.
Pembahasan ketiga tentang cara mengatasi perilaku membuang sampah
sembarangan, yaitu dengan antisipasi. Sikap
antisipasi adalah usaha sadar yang berupa sikap, perilaku atau tindakan yang
dilakukan seseorang melalui langkah-langkah tertentu untuk menghadapi peristiwa
yang kemungkinan terjadi. Beberapa upaya untuk mengantisipasi penyimpangan
sosial dalam hal ini membuang sampah sembarangan adalah:
1. Penanaman nilai dan norma yang kuat.
2. Berkepribadian Kuat dan Teguh.
3. Sanksi yang tegas.
4. Giatkan penyuluhan-penyuluhan.
Sikap Yang Cocok Dalam
Menghadapi Penyimpangan Sosial
1. Tidak mudah terpengaruh.
2. Berpikir positif (Positive Thinking.)
Kesimpulan
Sosiologi
dan Psikologi Merupakan dua ilmu sosial yang sama-sama mengkaji kejadian
dan hubungan yang dialami manusia. Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari
tentang jiwa, misalnya mempelajari tentang gejala jiwa yang meliputi mengamati,
menanggapi, mengingat, berpikir dan sebagainya. Sedangkan Sosiologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang hubungan manusia serta mempelajari manusia dalam
kehidupan bermasyarakat. Psikologi dan sosiologi sama-sama membicarakan tentang
manusia, karena keduanya mempunyai objek tujuan yang sama yaitu manusia.
Tinjauan dari sosiologi yang penting adalah Kehidupan bermasyarakatnya,
sedangkan tinjauan dari psikologi adalah tingkah laku yang menggambarkan jiwa
manusia.
Daftar Pustaka
Sarlito W. Sarwono.
Pengantar Psikologi Umum. Rajawali Pers
https://mohkusnarto.wordpress.com/usaha-mengantisipasi-dan-mengatasi-penyimpangan-sosial/
test
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus